Langsung ke konten utama

Laporan Klimatologi Kehutanan Hasanuddin University



KATA PENGANTAR

            Bismillahirrahmaanirrahiim
            Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan rido-Nyalah penulisan laporan penelitian dengan judul “Laporan Hasil Kuliah Lapangan Pengenalan Alat-alat Klimatologi” ini dapat diselesaikan.
            Bermacam halangan terkadang menghambat pembuatan laporan yang mungkin masih jauh dari sebutan laporan penelitian. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai pihak, akhirnya laporan penelitian ini terselesaikan.
            Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya   kepada berbagai pihak yang membantu penulisan laporan penelitian ini. Khususnya saya ingin memberikan rasa berterimakasih kepada Prof. Dr. Ir. Hj. Baharuddin Mappangaja, M.Sc sebagai dosen klimatologi saya yang mengajar dan mengadakan praktikum lapangan pengenalan alat-alat klimatologi kepada saya sebagai mahasiswa fakultas kehutanan.
            Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah adalah kelemahan penulis. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah.

Makassar, 28 Oktober 2013
            


Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................i
DAFTAR ISI . ......................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang...........................................................................................1
1.2          Tujuan praktikum........................................................................................1
BAB II
METODE PRAKTIKUM
2.1      Waktu dan Tempat..….…………………….……………………………..2
2.2      Prosedur Praktikum …..………………….....……………………………2
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1       Pembahasan................................................................................................3
A.    Camble Stokes........................................................................................................3
B.     Aktinigraf...............................................................................................................4
C.     Penakar Hujan Otomatis Hellman.........................................................................5
D.    Gun Bellani............................................................................................................6
E.     Cup Counter Anemometer.....................................................................................7
F.      Sangkar Alat..........................................................................................................8
G.    Penakar Hujan OBS.............................................................................................13
H.    Tower ..................................................................................................................14
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan..........................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................17

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
            Unsur – unsur klimatologi dan cuaca seperti suhu dan kelembapan udara, curah hujan, intensitas penyinaran matahari, kecepatan dan arah angin serta unsur lainnya merupakan faktor  yang sangat penting dalam menentukan perkiraan cuaca dan iklim dan lainnya. Pengukuran besaran-besaran tersebut lazim dilakukan di stasiun-stasiun klimatologi. Cara dan alat ukur di stasiun meteorologi dan klimatologi di Indonesia yang umumnya masih secara manual, hasil kelengkapan dan keakuratan datanya sangat tergantung kepada manusia yang mencatatnya. Beberapa alat pencatat otomatis buatan pabrik sudah digunakan, tetapi harganya relatif masih mahal.
            Dalam pengukuran dan pencatatan tentang iklim/cuaca, ada hal yang perlu diperhatikan dengan seksama, antara lain; curah hujan (jumlah dan intensitas hujan), evaporasi (permukaan tanah dan tanaman), radiasi matahari (lama penyinaran dan intensitas penyinaran matahari), kelembapan suhu atau temperatur (udara dan tanah), dan angin (arah dan kecepatan angin). Untuk hal tersebut dalam stasiun pengamatan pengukuran iklim/cuaca harus memerlukan perlengkapan seperti; shelter (Kotak Stevenson), termometer suhu maksimum dan minimum, termometer bola basah dan bola kering, termohigrograf, penakar hujan (ombrometer), anemometer, evaporimeter, solarimeter, shunshine duration record and thermometer tanah, sangkar alat, aktinograf, campbell stokes, aktinograf, penangkar hujan otomatis hellman, gun bellani, cup counter anemometer, sangkar alat, penangkar hujan OBS,  tower
1.2 Tujuan Praktikum
      Berikut ini adalah tujuan dari praktikum sebagai berikut :
1. Mengetahui nama alat-alat klimatologi
2. Mengetahui fungsi alat-alat klimatologi
3. Karakteristik alat tersebut
4. Mengetahui cara kerja dari alat-alat tersebut
5. Mengetahui kegunaan data yang dihasilkan alat tersebut



BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM
2.1 Waktu dan Tempat
                Praktikum mengenai alat-alat pengukur cuaca ini dilakukan di stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maros, Sulawesi Selatan. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 6 Oktober 2013, dimulai pada pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WITA.
2.2 Alat dan Bahan
            Adapun alat dan bahan yakni :
1.      Campbell Stokes
2.      Aktinograf
3.      Penangkar Hujan Otomatis Hellman
4.      Gun Bellani
5.      Cup Counter Anemometer
6.      Sangkar Alat
7.      Penangkar Hujan OBS
8.      Tower
9.      Alat Tulis
10.  Kamera
2.3 Prosedur Praktikum
            Adapun prosedur dalam melakukan praktikum antara lain :
1.      Memperhatikan alat-alat pengukur cuaca
2.      Mencatat cara kerja dari masing-masing alat ukur cuaca
3.      Mengambil gambar masing-masing alat pengukur cuaca

 
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Pembahasan
A.    Campbell Stokes
 
1.    Fungsi Campbell Stokes :
    Untuk mengukur dan mencatat lama penyinaran matahari
2.    Cara Kerja Campbell Stokes :
    Lamanya penyinaran sinar matahari dicatat dengan jalan memusatkan (memfokuskan) sinar matahari melalui bola gelas hingga focus sinar matahari tersebut tepat mengenai kertas pias yang khusus dibuat untuk alat ini dan meninggalkan jejak pada kertas pias ini. Dipergunakannya bola gelas dimaksudkan agar alat tersebut dapat dipergunakan untuk memfokuskan sinar matahari secara terus menerus tanpa terpengaruh oleh posisi matahari yang senantiasa berubah-ubah seiringnya waktu.
    Kertas pias ditempatkan pada kerangka cekung yang konsentrik dengan bola gelas dan sinar yang difokuskan tepat mengenai kertas pias. Jika matahari bersinar sepanjang hari dan mengenai alat ini maka akan diperoleh jejak kertas pias terbakar yang tak terputus. Akan tetapi, jika matahari bersinar cerah tidak teratur karena terhalang dengan awan maka kertas pias pun terbakar terputus-putus.


Dengan menjumlahkan waktu dari bagian-bagian terbakar yang terputus-putus akan diperoleh lamanya penyinaran matahari. Perlu diperhatikan 1 kotak pada kertas pias menunjukkan bahwa lamanya peninyinaran matarahari yang cerah selama 1 jam.
3.     Bagian – bagian Campbell Stokes :
a)    Bola gelas ( Bola kaca pejal )
b)    Lensa bola untuk memusatkan sinar matahari
c)    Tempat pias dan kertas pias
d)    Papan skala untuk membaca pias (Sun shine scale).
e)    Busur Meridian utk mengatur sesuai Lintang Bumi
f)    Tiga buah skrup penyangga untuk memperoleh posisi horisontal dan arah utara     yang  sebenarnya
g)    Skrup pengatur kedataran ( water pass )
h)    Kaki Penyangga

B.    Aktinograf

1. Fungsi Aktinograf :
Untuk mengatur radiasi sinar matahari. Hasilnya dituliskan dalam satuan W/m2.
2. Cara kerja Aktinograf :
Berperekam atau otomatis mengukur setiap saat pada siang hari radiasi surya yang jatuh ke alat. Sensor atau yang peka bila kena sinar surya terdiri atas bimetal (dwilogam) berwarna hitam mudah menyerap radiasi surya. Panas karena radiasi yang diserap ini membuat bimetal melengkung.


Besarnya lengkungan sebanding radiasi yang diterima sensor. Lengkungan ini disampaikan secara mekanis ke jarum penulis diatas pias yang berputar menurut waktu. Hasil rekaman sehari ini berbentuk grafik.  Luas grafik/integral dari grafik sebanding dengan jumlah radiasi surya yang ditangkap oleh  sensor selama sehari.
3. Bagian – bagian Aktinograf :
a)    Kertas Grafik
b)    Sensor berupa bimetal (dwilogam)
c)    Jarum penulis
d)    Pias

C.    Penakar Hujan Otomatis Hellman
   
1. Fungsi Penakar Hujan Otomatis :
Untuk Mengukur Curah Hujan
2. Cara Kerja Penakar Hujan Otomatis :
    Penakar hujan jenis Hellman termasuk penakar hujan yang dapat mencatat sendiri. Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong kemudian terkumpul dalam tabung tempat pelampung. Air ini menyebabkan pelampung serta tangkainya terangkat (naik ke atas ). Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang gerakannya selalu mengikuti tangkai pelampung.

Gerakan pena dicatat pada pias yang ditakkan/digulung pada silinder jam yang dapat diputar dengan bantuan tenaga per jam. Jika air dalam tabung hampir penuh, pena akan mecapai tempat teratas pada pias. Setelah air mencapai atau melewati selang gelas, air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung dan tangki pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus vertical. Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dihitung/ditentukan dengan menghitung jumlah garis-garis vertical yang terdapat pada pias.
3. Bagian - bagian Penakar Hujan Otomatis Hellman :
a.    Sebuah corong yang dapat dilepas dari bagian badan alatdengan luas penampang     100 cm2
b.    Bak tempat penampungan air hujan
c.    Kran
d.    Kaki yang berbentuk tabung silinder
e.    Gelas ukur penakar hujan

D.    Gun Bellani
  
1. Fungsi Gun Bellani :
Mengukur radiasi sinar matahari (gCal/cm2/hari)
2. Cara Kerja Gun Bellani :
    Prinsip alat adalah menangkap radiasi pada benda berbentuk bola sensor. Panas yang timbul akan menguapkan zat cair dalam bola hitam. Ruang uap zat cair berhubungan dengan tabung kondensasi. Uap zat cair yang timbul akan dikondensasi dalam tabung berbentuk buret yang berskala. Banyaknya air kondensasi sebanding dengan radiasi surya diterima oleh sensor dalam sehari. Pengukuran dilakukan sekali dalam sehari. Pengukuran dilakukan sekali dalam 24 jam yaitu pada pagi hari dibandingkan dengan alat yang pertama hasilnya lebih kasar.
3. Bagian- bagian Gun Bellani :
a)    Bola bulat hitam berisikan air dan dihubungkan dengan tabung     buret
b)    Silinder pelindung
c)    Skala pengamatan

E.    Cup Counter Anemometer
    



1. Fungsi Cup Counter Anemometer :
Mengukur rata-rata kecepatan angin (km/jam)
2. Cara Kerja Cup Counter Anemometer :
    Angin yang bertiup akan membuat anemometer berputar dan kecepatan angin akan ditunjukkan oleh spidometer yang tertera pada alat. Anemometer berupa baling-baling yang dihubungkan dengan dynamo penghasil arus listrik. Apabila angin bertiup baling-baling akan berputar akan memutar dynamo dan akan diperoleh arus listrik. Arus listrik ini kemudian dikonversikan ke satuan kecepatan, knot atau m/det. Alat penunjuk arah angin berupa bendera yang kaku ( lempengan ) yang dihubungkan dengan tahanan listrik geser (tahanan geser).
Besarnya tahanan akan berubah-ubah seiring dengan perubahan bendera arah penunjuk angin. Arus listrik yang tetap dialirkan melalui tahanan geser tersebut, setelah melalui tahanan tersebut otomatis besarnya arus listrik akan berubah dan dikonversikan ke dejarat arah angin/mata angin.
3. Bagian-bagian Cup Counter Anemometer :
a)    Tiga buah mangkok sebagai baling baling yang dibatasi sudut 120 derajat
b)    Counter
c)    Tiang

F.    Sangkar Alat
1. Fungsi Sangkar Alat :
a)    Untuk menempatkan alat yang tidak terkena matahari secara     langsung. Melindungi alat - alat yang ada didalamnya;
b)    Berperan dalam keseragaman hasil.
2. Komponen - komponen didalam sangkar ini berupa :
a)    thermometer  bola kering
b)    thermometer  bola basah
c)    thermometer maksimum
d)    thermometer minimum
e)    piche evaporimeter
    Pada bagian dalam sangkar ini terdapat alat yang dipergunakan untuk mengetahuhi keadaan perubahan suhu udara.

sangkar bagian dalam


peralatan yang ada di dalam sangkar
    Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa psychrometer terdiri dari dua thermometer, yaitu :
1)    Temometer bola kering



2)    Termometer bola basah.

    Termometer bola kering dan termometer bola basah terdiri atas tiga bagian utama, yakni :
a)    Air raksa
b)    Bola thermometer
c)    Skala suhu.
    Fungsi dari thermometer bola kering dan thermometer bola basah antara lain sebagai berikut :
1)    Termometer bola kering digunakan untuk mengukur perubahan suhu udara.
2)    Termometer bola basah digunakan bersama bola kering untuk mengukur kelembaban udara(RH) dan titik embun
   
    Cara Kerja thermometer bola kering dan thermometer bola basah, yakni apabila terjadi kenaikan suhu udara, kalor yang merambat dalam bola termometer akan menyebabkan air raksa memuai.  Pemuaian air raksa akan mengakibatkan pertambahan volume air raksa yang ada.
    Pemuaian air raksa tersebut menyebabkan naiknya permukaan kolom raksa ke skala yang lebih besar. Pemukaan raksa akan bergeser  ke skala yang lebih kecil bila terjadi penurunan suhu.











3)    Termometer maksimum

termometer maksimum
    Temometer maksimum berfungsi untuk mengukur suhu maximum yg terjadi pada periode 24 jam.
    Thermometer maksimum ini terdiri  atas  empat bagian utama, yaitu :
a)    Bola thermometer
b)    Air raksa
c)    Skala suhu
d)    Celah sempit
    Cara kerja dari thermometer maksimum ini, yakni apabila terjadi kenaikan suhu udara, kalor yang merambat dalam bola termometer akan menyebabkan air raksa memuai.  Pemuaian air raksa akan mengakibatkan pertambahan volume air raksa yang ada dan menyebabkan naiknya permukaan kolom raksa ke skala yang lebih besar.
Saat terjadi penurunan suhu, air raksa yang terdapat pada bola termometer akan menyusut.  Akan tetapi air raksa yang telah masuk ke kolom raksa pada skala tidak bisa kembali ke bola raksa karena terhambat oleh adanya celah sempit. Sehingga dapat diketahui suhu tertinggi yang telah terjadi.

4)    Termometer Minimum

thermometer minimum
    Thermometer minimum ini berfungsi untuk mengukur perubahan suhu minimum yang terjadi pada periode 24 jam.





    Temometer minimum ini terdiri dari  empat bagian utama, empat bagian itu antar lain sebagai berikut.
a)    Bola termometer
b)    Alkohol
c)    Skala suhu
d)    Indeks.
    Cara kerja dari termometer minimum ini adalah pada saat terjadi penurunan suhu, alkohol dalam bola termometer akan menyusut.  Penyusutan tersebut menyebabkan penurunan kolom alkohol pada skala dan menggeser indeks yang terdapat pada kolom alkohol ke skala yang lebih kecil.
    Sedangkan pada saat terjadi kenaikan suhu, alkohol dalam bola termometer akan memuai.  Pemuaian tersebut akan menaikkan permukaan alkohol dalam kolom alkohol akan tetapi kenaikan tersebut tidak mempengaruhi posisi indeks (indeks tidak bergerak ). Sehingga dapat diketahui suhu terendah yang terjadi.
5)    Evaporimeter jenis piche


Keterangan gambar antara lain sebagai berikut.
a)    Seperti panci penguapan terbuka, alat ini digunakan sebagai     pengukur penguapan     secara relatif. Maksudnya, alat ini tidak     dapat mengukur secara langsung evaporasi ataupun     evapotranspirasi yang sesungguhnya terjadi.
b)    Merepresentasikan penguapan yang terjadi sealin dari badan-badan     air, seperti dari tanah, batang kayu, batu dll
c)    Hasil pembacaannya sangat tergantung terhadap angin, iklim dan     debu. Pada prinsipnya Piche evaporimeter  terdiri dari:
d)    Pipa gelas yang panjangnya + 20 Cm dan garis tengahnya + 1,5     cm. Pada pipa gelas terdapat skala, yang menyatakan volume air     dalam cm3 atau persepuluhnya. Ujung bawah pipa gelas terbuka     dan ujung atasnya tertutup dan dilenghkapi     dengan tempat     menggantungkan alat tersebut.
e)    Piringan kertas filter berbentuk bulat. Kertas ini berpori-pori     banyak sehingga mudah menyerap air. Kertas filter dipasang pada     mulut pipa terbuka.
f)    Penjepit logam, yang berbentuk lengkungan seperti lembaran per.     Per ujung yang melekat disekeliling pipa dan ujung lainnya     berbentuk sama dengan diameter     pipa.

piche
Evaporimeter jenis picha ini mempunyai empat bagian utama, yaitu :
1    Pipa kaca berskala ;
2    Kertas filter ;
3    Penjepit kertas filter ; dan
4    Air.
    Cara kerja dari evaporimeter ini, yakni setelah pengisian dan alat digantung (terpasang terbalik), air meresap kedalam filter.  Penguapan terjadi pada permukaan kertas filter yang basah pada kedua sisinya.
    Penguapan yang terjadi secara terus menerus akan mengurangi  volume air yang ada dalam pipa kaca berskala, sehingga permukaan air pada pipa kaca berskala akan berkurang.









G.    Penakar Hujan OBS

  
1. Fungsi Penakar Hujan OBS :
Untuk mengukur Curah Hujan
2. Cara Kerja Penakar Hujan OBS :
    Cara kerja dari observatorium ini adalah penakar hujan yang ditempatkan disetiap kecamatan dan memiliki diameter 100 cm, jadi dibawa kemana-mana dan menentukannya itu adalah mengukur curah hujan dengan ketinggian tetap.
    Ketinggian pada corong tersebut yaitu 120 cm untuk mengukur udara permukaan. Ketinggian tersebut adalah ketinggian yang dianggap layak untuk makhluk hidup.Setiap pukul 07.00 dilakukan pengukuran angin dengan menggunakan gelas ukur berskala, kemudian air yang tertampung diukur dengan membuka krannya lalu kita baca volumenya (dalam satuan mm).


3. Bagian-bagian Penakar Hujan OBS :
a.    Sebuah corong yang dapat dilepas dari bagian badan alatdengan luas penampang     100 cm2
b.    Bak tempat penampungan air hujan
c.    Kran
d.    Kaki yang berbentuk tabung silinder
e.    Gelas ukur penakar hujan

H.    Tower

        Tower adalah alat yang berfungsi untuk mengamati unsure-unsur mikro pada daerah setempat yang terbagi menjadi 4 ketinggian yaitu 4 meter, 7 meter, dan 10 meter (masih ada unsur cuaca pada ketinggian ini).
Bagian-bagiannya antara lain :
a)    Winpen atau bola untuk menunjukkan arah angin
b)    Jaring yang menentukan kecepatan angin
c)    Anemometer
d)    Thermometer



BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
      Dari peraktikum kali ini didapat kesimpulan sebagai berikut :
      Kita merasakan apakah udara itu panas atau dingin, angin itu bertiup atau tidak, hujan atau tidak dan sebagainya. Kita melihat berwarna atau cerah, hujan turun daun-daunan ditiup angin. Semua komponen-komponen cuaca tersebut adalah dirasakan dan diketahui sejak dahulu kala. Akan tetapi, apa yang dirasakan dan dilihat oleh masing-masing orang sangatlah berlainan.
      Seseorang merasakan keadaan udara pada suatu saat adalah panas sekali. Akan tetapi, orang lain hanya merasakan panas biasa saja. Jadi apa yang dirasakan dan dilihat oleh indra adalah sangat subjektif. Untuk menghilangkan subjektivitas ini kemudian digunakan alat-alat pengamatan (instrument).
      Alat-alat yang digunakan untuk mengamati perubahan alat atau alat pengukur cuaca yang digunakan antara lain : Campble Stokes, Aktinograf, Penakar Hujan Otomatis Hellman, Gun Bellani, Cup Counter Anemometer, Sangkar Alat, Penakar Hujan OBS, dan Tower. Alat-alat ini berfungsi dan cara kerja yang berbeda-beda sesuai dengan kriteria dari masing-masing alat.
      Dengan demikian kita dapat mengetahui bahwa alat klimatologi membantu dalam pengetahuan keadaan cuaca, alat klimatologi merupakan bagian dari pembelajaran situasi iklim, semakin canggih alat klimatologi maka semakin akurat data yang di dapat, pengumpulan data dari alat klimatologi berlangsung lama, dan untuk menguji suatu objek iklim misalnya harus secara berangsur-angsur.
4.2 Saran
      Sebagai mahasiswa fakultas kehutanan yang baik sebaiknya diberi kesempatan untuk membaca datanya dan mengolah datanya secara langsung pada saat praktikum dilapangan agar bisa lebih mendapatkan pengalaman yang lebih pada saat praktikum.


DAFTAR PUSTAKA
fpk.unair.ac.id pada tanggal 28 Oktober 2013
www.scribd.com/doc/97281552/Campbell-Stokes-of-Jurnal‎ pada tanggal 28 Oktober 2013
ml.scribd.com/doc/97281718/sangkar-klimatologi‎ pada tanggal 28 Oktober 2013
catetankuliah.blogspot.com/2009/06/alat-alat-klimatologi.html‎ pada tanggal 28 Oktober 2013
 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konro Soup Ingredients "Makassar's Food"

 Ok Guys,, We meet again Cybor World in http://gifary17.blogspot.com/ Yes, now i'll posting tradisional from Indonesia is Konro Soup. Konro Soup is one of many kind  trasional food in Indonesia. Konro Soup was in Makassar course only because the food is the special food of Makassar, so you just can find this food only in Makassar and its surrounding. Yups Let's we read this posting How to Make Konro Soup. Konro soup ingredients : ● ribs beef , 500 grams ● Air beef broth , 1300 ml ● Ginger , 1 cm , grated ● galangal , 2 cm , grated ● Cinnamon , 1.5 cm ● Cloves , 2 eggs ● Cardamom , 3 grains ● Cooking oil , 2 tablespoons ● Tamarind water , 1 tablespoon Subtle seasoning : 1 . Kluwak , 1 fruit , take the meat , soak in hot water 2 . Toasted coconut , 2 tablespoons 3 . Garlic , 2 cloves 4 . Red onion , 6 eggs 5 . Turmeric , 1 cm 6 . Pecans, 3 eggs , toasted 7 . Coriander , 1 teaspoon 8 . Cum...

Air Insolation

Air insolation Solar radiation is the transfer of energy in the form of electromagnetic waves emitted by the sun . While insolation is part of the solar radiation that reaches the earth's surface . Factors that affect insolation : 1 . Constant influence of the sun The average magnitude of 1.94 cal/cm2/menit actual changes, primarily due to : a) The change in the intensity of solar radiation caused by changes in the number of sun spots , which range from 1 % -2 % . b ) Changes in the Earth - sun distance . This is because the elliptical orbit of the earth and the sun is at the fire . Farthest distance occurred on July 4 ( aphelium ) 151 900 000 km and the closest distance at January 3 ( perihelium ) 149 500 000 km . amount of solar energy received is inversely proportional to the square of the distance . 2 . Effect of the angle of incidence of sunlight Differences in sun angle causes : a) Differences horizontal surface area that gets light . Beam that spans a narrow horizontal...

Penyakit yang Ditemukan Obatnya

10 Penyakit yang Belum Ditemukan Obatnya Hei hei hei what's up dude? berjumpa lg dgn gue di Cyborg World. Nah Biasanya, tiap penyakit diketahui sebabnya. Karena itu, obatnya bisa ditemukan. Namun ada beberapa penyakit yang tak diketahui guys dan tak ada obatnya dan ada juga yang diketahui sebabnya, namun obatnya belum juga ditemukan. Berikut 10 penyakit yang misterius, tak diketahui sebabnya atau belum ditemukan obatnya. Ok stay on Cyborg World. Enjoy it. 1. AIDS Nama aslinya Acquired Immune Deficiency Syndrome alias turunnya kemampuan imun tubuh. Sehingga tubuh akan lemah dengan segala jenis penyakit ringan. Sejak dua puluh lima tahun sejak pertama kali diidentifikasi, masih belum ditemukan obat untuk penyakit in. AIDS masih duduk sebagai pembunuh manusia yang paling ampuh, terutama di negara-negara berkembang. Penyakit ini diduga dimulai dari simpanse dan melompat ke manusia. Antar manusia menular melalui hubungan seks dan penggunaan jarum secara bergantia...